Mengungkap Misteri Pasir 'Bernyanyi'

Posted by Lalu Abdul Aziz On Jumat, 19 April 2013 0 komentar

Marco Polo, seorang penjelajah handal di dunia konon pernah mendengar suara 'nyanyian' dari bukit pasir di wilayah Cina. Bukit pasir itu mengeluarkan bunyi berirama, mirip sebuah 'nyanyian'. Karena belum menguasai sains ketika itu, Marco Polo menyebutnya sebagai suara roh setan yang ada di bukit pasir itu.

Sementara penduduk Copiapo, Chile yang mendengar alunan nada berirama yang berasal dari bukit berpasir sekitar mereka tinggal menyebutnya sebagai El Bramator yang resah tengah berhembus dan memperdengarkan aumannya. Dan para peneliti masa kini menyebutnya sebagai “the singing sand”, atau pasir bernyanyi.

Tertarik dengan misteri bukit pasir 'bernyanyi' para ilmuwan pun melakukan penelitian. Tujuan mereka adalah mengungkap misteri pasir 'bernyanyi'. Dalam kesimpulan penelitian mereka, para peneliti telah mengacu pada hal yang sama dan sepakat, saat butiran pasir tengah menuruni satu lereng tertentu mereka menghasilkan efek dengung. Dengungan itu kemudian diperkuat oleh gema sehingga bisa terdengar dari jarak hingga bermil-mil jauhnya.

Akan tetapi, bagaimana bukit tersebut mampu menghasilkan suara berirama seperti musik, tetap menjadi misteri dan masih sering diperdebatkan. Pendapat yang menyangkal teori efek dengung mengatakan, mengapa dari bukit berbeda mengeluarkan irama suara berbeda; bagaimana bisa beberapa bahkan mampu bernyanyi lebih dari satu nada pada satu waktu?

Menjawab sanggahan itu tiga orang biofisika dari Paris mengemukakan, tidak selalu gerakan lautan pasir yang menentukan “pitch” nada, ukuran butiran pasir juga berpengaruh, meski masalah ukuran yang bagaimana, masih belum diketahui.

Untuk keperluan identifikasi suara, tim peneliti membawa 50 kg pasir Maroko dan 100 kg pasir Oman ke laboratorium mereka di Universitas Paris Diderot. Di laboratorium, tim menciptakan longsoran dalam bentuk miniatur, menganalisa kecepatan, kedalaman, dan membuat dekorasi cara terjun. Dari beberapa percobaan memang belum ditemukan secara persis bagaimana cara menghasilkan irama seperti suara yang dihasilkan bukit berpasir.

Namun trio ilmuwan itu menyimpulkan bahwa selama longsoran butiran pasir bergerak bersama, saat melewati gundukan terjadi benturan antara tiap butiran pasir dan menciptakan aliran tabrakan yang konstan. Perbedaan kecepatan gerak diantara butiran pasir tergantung pada ukurannya.

Dalam penelitian tersebut memang masih belum ada suara berirama yang terdengar karena terlalu kecil volumenya, tetapi dengan menambahkan jumlah yang lebih banyak dan menggerakkan secara bersama-sama dalam kondisi yang tepat mungkin akan menghasilkan mampu menghasilkan nyanyian. Ditanya mengenai seperti apa kondisi yang tepat, tim peneliti dari Paris ini masih tetap mencari tahu kondisi pastinya. Yang jelas suara nyanyian bukit berpasir itu adalah suara jutaan tabrakan butiran pasir kecil.

Penasaran dengan misteri pasir 'bernyanyi'? Yuk liat videonya:


Sumber: YouTube
Semoga artikel Mengungkap Misteri Pasir 'Bernyanyi' bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Posting Komentar