Kisah Malala, Gadis Remaja yang Nyaris Tewas Ditembak Taliban

Posted by Lalu Abdul Aziz On Kamis, 21 Maret 2013 0 komentar

Namanya Malala Yousafzai, dia adalah seorang perempuan remaja berusia 15 tahun, berasal dari Pakistan. Meski masih remaja, namun idealismenya tak diragukan lagi. Dia bersuara lantang menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan Pakistan. Ia juga tidak takut mengecam Taliban yang melarang anak perempuan bersekolah maupun melakukan aktivitas di luar rumah.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan soal pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Dia pun ditembak saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu. Malala terkena peluru di kepalanya dan harus dilarikan ke Inggris untuk menjalani operasi mengeluarkan proyektil peluru di kepalanya. Para dokter bedah di rumah sakit Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, berhasil menyelamatkan jiwa Malala.

Kini Malala telah sembuh dan mulai bersekolah. Ia disekolahkan di SMA khusus putri, Edgbaston High School for Girls di Birmingham. Remaja berumur 15 tahun itu akan menempuh studi di sekolah itu hingga dua tahun ke depan.

"Saya senang karena hari ini saya mencapai impian saya untuk kembali ke sekolah. Saya ingin semua anak perempuan di dunia mendapatkan kesempatan mendasar ini," ujar Malala dalam statemen seperti dilansir Guardian, Rabu (30/3/2013).

Tentu kisah Malala ini bisa menjadi inspirasi untuk remaja-remaja Indonesia agar berani menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bukan sebaliknya hanya petantang-petenteng di mal-mal atau tawuran sesama remaja. Idealisme harus ditumbuhkan agar kedepan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan.

Semoga kisah Malala menjadi inspirasi untuk kita semua.

Sumber: detikNews


Semoga artikel Kisah Malala, Gadis Remaja yang Nyaris Tewas Ditembak Taliban bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Posting Komentar